Sabtu, 31 Januari 2015

Cara memelihara ikan lele cara amerika

Bagaimana Memulai Ternak lele

Meluncurkan sebuah peternakan lele bisa menjadi cara yang menarik untuk mendapatkan penghasilan tambahan atau memulai karir baru.

Lele telah bertani untuk makanan untuk generasi di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Lele-Farm mengangkat begitu populer, pada kenyataannya, bahwa Presiden AS Ronald Reagan mendirikan Lele Hari Nasional pada tanggal 25 Juni 1987. Mereka yang ingin belajar bagaimana untuk memulai sebuah peternakan lele harus memutuskan apa yang mereka inginkan ukuran operasi; pastikan air yang cukup tersedia; menentukan jenis penjualan yang mereka akan lakukan; bekerja sampai anggaran dan mengembangkan rencana pemasaran.

1. Putuskan apakah Anda akan mulai dengan operasi kecil atau farm.A jumlah besar besar modal awal yang diperlukan untuk memulai sebuah peternakan lele komersial, berpotensi jumlah di lingkungan setengah juta dolar. Para ahli merekomendasikan setidaknya 80 hingga 100 hektar tambak dibentuk untuk meningkatkan kemungkinan bahwa peternakan lele akan berhasil. Keuntungannya untuk memiliki operasi yang lebih besar adalah bahwa Anda dapat menghasilkan ikan kurang uang per pon. Hal ini karena produsen lebih besar mampu untuk membeli persediaan seperti pakan lele dalam jumlah besar, yang mengarah ke savings.Determine apakah lele akan berkembang dalam air yang akan Anda gunakan. Anda akan perlu membeli aerator; aerator listrik tampaknya bekerja terbaik untuk peternakan besar, tetapi jika listrik tidak tersedia di lokasi Anda, Anda juga dapat menggunakan bensin atau diesel bertenaga aerator. Jika Anda menggunakan kolam yang ada, kemungkinan akan memerlukan modifikasi. Untuk panen terbaik, bagian bawah kolam lele harus halus, bersih dan memiliki bertahap slopes.Check untuk melihat apakah kolam Anda memiliki spillways. Spillways harus tetap bebas dari kotoran. Untuk menjaga ikan di kolam dalam hal kelebihan limpasan air, katup harus memungkinkan untuk tidak lebih dari 1 sampai 2 inci (2,5-5,1 cm) air untuk menjalankan lebih pada satu time.Experts merekomendasikan kolam lele memiliki tanah yang 20 30 persen tanah liat berat. Hal ini membantu untuk mengurangi kedalaman seepage.Water di kolam lele harus tidak kurang dari 3 meter (0,9 m) pada akhir dangkal dan tidak lebih dari 8 kaki (2,4 m) pada akhir mendalam. Air yang terlalu dangkal dapat menyebabkan pertumbuhan gulma air gangguan.

2. Tentukan apa jenis penjualan yang Anda akan fokus pada sehingga Anda bisa mendapatkan rencana pemasaran di produsen place.Larger harus mempertimbangkan menjual produk mereka untuk ikan pabrik pengolahan. Banyak kali, petani mampu membeli saham tanaman yang mereka jual, dan meskipun keuntungan yang sebenarnya per pon lebih kecil, dapat dibuat untuk di volume.There juga manfaat untuk menjaga operasi lele Anda lebih kecil dan melakukan penjualan langsung kepada pelanggan. Karena rampasan ikan dengan mudah, konsumen sering lebih cenderung untuk membeli ikan segar, bukan ikan yang telah dibekukan.

3. Buatlah anggaran rinci. Pastikan untuk menyertakan item baris untuk produksi lele penting yang anda butuhkan tiap tahun: pakan, bibit, tenaga kerja, bahan bakar, listrik, peralatan, perlengkapan, dan perbaikan. Jika Anda telah mengamankan pembiayaan untuk peternakan usaha lele Anda, jangan lupa untuk menyertakan bunga yang Anda akan membayar pada dipinjam funds.Also membuat daftar perkiraan biaya untuk item seperti pembangunan tambahan kolam, pompa, sumur, kendaraan, sampah pakan, traktor, dan bangunan.

4 Penelitian apa yang memungkinkan Anda akan perlu untuk memulai peternakan lele Anda. Periksa ke bangunan, ritel, pajak, drainase dan jenis-jenis izin yang mungkin diperlukan. Ingatlah untuk memeriksa zonasi lahan pertanian yang akan berlokasi; bahkan jika tidak dikategorikan benar, Anda mungkin dapat membawa kasus ke dewan lokal banding zonasi dan mendapatkan changed.In zonasi beberapa negara, Anda mungkin juga perlu propagasi dan transportasi izin.

5. Mengetahui tanda-tanda penyakit ikan, tindakan apa yang dapat Anda ambil untuk mencegah hal itu, dan apa bahan kimia yang aman untuk digunakan untuk mengobati penyakit yang tidak occur.Look untuk luka terbuka, kekuningan, terkikis daerah di tubuh, sirip, insang atau mulut dari ikan, insang bengkak atau cara fins.One berdarah untuk mengurangi kejadian penyakit adalah tidak sesak kolam. Masukan tidak lebih dari 2 pon telur dalam 8 inci penetasan telur basket.Check untuk mati setiap hari dan pastikan mereka dihapus. Telur mati dapat menyebar bahan kimia disease.Several disetujui FDA untuk mengobati penyakit di kolam lele. Ini adalah Formalin, hidrogen peroksida, povidone-iodine, dan tembaga sulfat.

EditTips

Untuk menjaga kerugian ikan rendah, mendidik diri sendiri tentang penggunaan alat tes kualitas air.

Jauhkan lengkap, catatan rinci. Untuk mengetahui apakah peternakan lele Anda berkinerja baik, Anda perlu mengetahui perkiraan jumlah ikan yang ada di setiap kolam, dan Anda juga harus bisa memperkirakan berapa banyak ikan yang berat.

Tidak ada iklim tertentu yang lebih baik untuk ikan lele dari yang lain. Mereka aktif sepanjang tahun di setiap daerah di mana mereka berkembang biak dan tumbuh.

Tanaman hidup berlebih dapat dengan mudah menjadi gangguan dan bahkan bahaya kesehatan bagi lele jika tidak dikendalikan. Untuk pengendalian gulma di kolam Anda, pastikan untuk menggunakan herbisida air yang telah disetujui FDA. Pembunuh gulma umum yang digunakan untuk rumput tidak dapat diterima.

Sebagai lele Anda tumbuh, ingatlah untuk meningkatkan jumlah Anda memberi mereka makan. Pakan harus ditingkatkan setidaknya setiap dua minggu untuk menghindari underfeeding. Anda harus menghapus ikan sampel beberapa setiap beberapa minggu dan berat mereka untuk memastikan laju pertumbuhan ikan patin Anda maju.

Lele mulai menjadi makanan favorit dunia

Lele telah banyak tertangkap dan bertani untuk makanan selama ratusan tahun di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Putusan untuk kualitas dan rasa bervariasi, dengan beberapa kritikus makanan mempertimbangkan lele sebagai makanan yang sangat baik, sementara yang lain menolak mereka sebagai berair dan kurang rasa. [31] Lele tinggi inVitamin D. [32]-Farm mengangkat lele mengandung tingkat rendah omega-3 asam lemak dan proporsi yang jauh lebih tinggi dari omega-6 asam lemak. [33]

Di Eropa Tengah, lele sering dipandang sebagai makanan lezat untuk dinikmati pada hari-hari raya dan hari libur. Migran dari Eropa dan Afrika ke Amerika Serikat membawa tradisi ini, dan di Amerika Serikat Selatan, lele merupakan makanan yang sangat populer. Spesies yang paling umum dimakan di Amerika Serikat adalah ikan lele dan ikan lele biru, yang keduanya umum di alam liar dan semakin banyak bertani. -Farm mengangkat lele menjadi pokok seperti diet Amerika Serikat yang pada tanggal 25 Juni 1987, Presiden Ronald Reagan establishedNational Catfish Day untuk mengenali "nilai lele tambak."

Lele dimakan dalam berbagai cara. Di Eropa sering dimasak dengan cara yang mirip dengan ikan mas, tapi di Amerika Serikat yang populer crumbed dengan tepung jagung dan goreng. [31]

Di Indonesia, ikan lele biasanya dimasak dengan dibakar di warung pinggir jalan yang disebut warung dan dimakan dengan sayuran dan kecap; hidangan adalah lele calledpecel. Lele juga bisa dimakan dengan cabai sambal sebagai lele penyet (cincang lele). (Leleis kata Indonesia untuk lele.)

Di Malaysia lele, yang disebut "ikan keli", digoreng dengan bumbu atau panggang dan dimakan dengan asam dan cabai Thai saus dan juga sering dimakan dengan nasi.

Di Bangladesh dan negara bagian India ofOdisha, Bengal Barat dan Assam lele (lokal dikenal sebagai Magur) dimakan sebagai makanan lezat favorit selama musim hujan. Lele, secara lokal dikenal sebagai thedu atau etta di Malayalam, populer di India stateKerala.

Di Hungaria lele sering dimasak dalam saus paprika (Harcsapaprikás) khas masakan Hongaria. Hal ini biasanya disajikan dengan pasta menahan dengan dadih keju (túrós csusza).

Lele Vietnam (Pangasius) tidak dapat secara legal dipasarkan sebagai ikan lele di Amerika Serikat, dan kemudian dirujuk ke asswai atau basa [34] Hanya ikan keluarga Ictaluridae dapat dipasarkan sebagai ikan lele di Amerika Serikat. [35] Di Inggris, lele Vietnam dijual sebagai "tukang sepatu sungai Vietnam". [36]

Sebagai lele kekurangan sisik, mereka dinilai tidak menjadi halal dan tidak boleh dimakan oleh observantJews, beberapa orang Kristen yang mengikuti pembatasan Torah'sfood, dan Muslim yang taat dari berbagai sekolah.

Sabtu, 17 Januari 2015

Pengalaman menggali kolam lele sebelum dipasang terpal

Menggali kolam untuk lele bukan pekerjaan yang mudah. Tapi tetap harus kita cicil kolam lelenya. Berikut cara-cara nya:

Kolam lele merupakan salah satu sarana budidaya ikan lele yang penting untuk menunjang keberhasilan budidaya ikan lele khususnya perikanan darat. Kolam lele adalah media atau wadah air yang digunakan untuk ikan lele hidup, sehingga diusahakan semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya.

Lingkungan ikan lele di alam bebas, sehingga dengan kata lain diharapkan kita dapat memanipulasi lingkungan kolam lele sehingga ikan lele betah dan mau berkembang dengan baik di kolam. Berbagai jenis dan bentuk kolam lele sudah dikembangkan berdasarkan aspek budidaya dan ekonomi, tinggal kita sebagai praktisi perikanan lele memilih kira-kira jenis dan bentuk kolam yang mana yang cocok untuk kita.

 

I. Jenis-Jenis Kolam lele

1. Kolam lele Tanah : yaitu kolam lele yang dibuat secara tradisional dengan cara menggali tanah dengan kedalamam tertentu dan tanah galian tersebut dibuatkan tanggul keliling sebagai penahan air. Bentuk kolam lele ini tergantung dari ketersediaan lokasi lahan, bisa segiempat, persegi panjang, lingkaran, ataupun trapesium.

2. Kolam lele Beton/semen :  yaitu kolam lele yang dibuat menggunakan campuran pasir,semen,batu dan rangka besi. Kolam jenis ini relatif kuat dan tahan bocor, tetapi biaya pembuatannya mahal.

3. Kolam lele Terpal : yaitu kolam yang dibuat menggunakan terpal dengan rangka kayu dan papan. Kolam lele jenis ini dirasakan paling efisien dan murah dibandingkan dengan dua jenis kolam lainnya.

II. Cara Pembuatan

A. Kolam lele Tanah

1. Tentukan rencana lokasi kolam lele

2. Tentukan rencana luas kolam lele, supaya kualitas air stabil dan pertumbuhan ikan optimal maka luas kolam minimal burukuran 2m x 3m, buatlah batas-batasnya.

3.  Mulailah menggali sampai kedalaman 75cm, tanah bagian atas yang subur disimpan dulu untuk dikembalikan lagi ke dalam kolam lele kalau kolam sudah jadi, tanah hasil galian selanjutnya  ditimbun dan disusun di sepanjang batas kolam yang sudah dibuat sebelumnya, kalau ada sisa-sia kayu atau akar sebaiknya dibuang  sehingga tanggul tidak mudah bocor .

4. Tanam pralon berbentuk L di salahsatu sudut tanggul untuk saluran   pembuangan, dan disudut yang lain sebagai saluran   pemasukan.

5. Buatlah jaring seukuran kolam untuk mempermudah pemanenan ikan nantinya.

 

B.  Kolam lele Beton

1.Tentukan rencana lokasi kolam lele

2. Tentukan rencana luas kolam, supaya kualitas air stabil dan pertumbuhan ikan optimal maka luas kolam minimal burukuran 2m x 3m, buatlah batas-batasnya.

3. Mulailah membuat pondasi kolam dan kerangka besi untuk dinding kolam.

4. Buatlah papan mal pondasi dan  tanggul kolam untuk pengecoran dinding kolam dan pondasi, setelah itu lakukanlah pengecoran. Untuk dasar kolam biarkan berupa tanah.

5. Apabila ingin menghemat biaya, dinding kolam bisa juga menggunakan batu bata atau batako, akan tetapi dinding rawan retak.

6. Tanam pralon berbentuk L di salahsatu sudut tanggul untuk saluran pembuangan, dan disudut yang lain sebagai saluran pemasukan.

7. Buatlah parit ditengah kolam yang menghubungkan antara saluran pemasukan dan pembuangan untuk mempermudah pemanenan nantinya.

 

C.  Kolam lele Terpal

1.Tentukan rencana lokasi kolam lele

2. Tentukan rencana luas kolam, supaya kualitas air stabil dan pertumbuhan ikan optimal maka luas kolam minimal burukuran 2m x 3m dengan terpal 3m x 4m, lalu buatlah batas-batasnya.

3. Mulailah membuat  tiang kolam dengan kayu, jarak antar tiang 1m.

4. Buatlah dinding kolam dengan papan dan dipaku ke tiang-tiang yang sudah dipasang.

5. Ratakan dasar tanah sebelum terpal dimasukkan agar tidak ada benda-benda tajam yang dapat membuat terpal bocor.

6. Masukkan terpal, ikat atau paku tepi-tepi atasnya ke tiang-tiang kolam, lipat ujung-ujungnya.

7. Siapkan selang air untuk pemasukan dan pengeluaran air.

8. Supaya suhu air tida terlalu panas pada siang hari, sebaiknya buatkanlah penutup dari paranet atau kalau mau lebih murah meriah yaitu dari daun kelapa.

 

Jumat, 16 Januari 2015

2 biang kerok yang sebabkan bibit lele mati

Pengalaman pribadi saya coba coba ternak lele di belakang rumah. Ternyata lele banyak yang mati. Hal imi disebabkan oleh dua hal yang menjadi biang keladi, hal itu adalah :

1. Terlalu banyak memberi pakan.  Perlu diperhatikan bahwa terlalu banyak memberi makan pada bibit lele yang masih kecil dapat menyebabkan bibit ini banyak yang mati, hal ini kemungkinan karena mereka kekenyangan dan kemudian tidak dapat mencerna pakan dengan baik.

Solusinya, anda dapat memberikan makanan pada bibit lele yang masih kecil dengan frekuensi lebih sering, misalnya 3 kali sehari atau lebih namun dalam porsi yang sedikit-sedikit, jangan sekali memberi makan dalam jumlah banyak.

Untuk 500 ekor bibit lele kecil, dapat diberi pakan (pelet) sekitar 2 genggaman tangan sekali memberi makan. Jangan sampai pakan terlalu banyak dan sisa, karena kemungkinan bibit lele akan banyak yang mati.

2. Kanibalisme lele. Kemungkinan mereka saling makan sesama sendiri juga perlu dihindari, hal ini terjadi biasanya karena terlalu kurang diberi pakan. Jadi untuk porsi dan frekuensis memberi makannya harus seimbang.

Demikianlah blog singkat ini semoga bisa menjadi inspirasi anda para peternak lele.

Dua tempat bibit lele di cilangkap tapos depok

Gumay sangkuriang lampu merah pemda cibinong 150 m, bibit, makanan, makanan alternatif

Mang aep Jalan tapos raya gg h sandi, depan sdn 1 cimpaeun, tapos cimanggis depok

Kenapa bibit lele kecil pada mati ya?

Berdasarkan pengalaman pribadi ku beli bibit lele di pasar cibinong, baik yang ukuran 5 cm maupun yang segede pensil. Tapi kok banyak yang mati, heran aku jadinya. Berikut mungkin beberapa faktor penyebab kenapa bibit lele yang kecil banyak yang mati ya. ( dikutip dari berbagai sumber)

Faktor penyebab kematian yang berasal dari internal adalahadalah kondisi kesehatan lele. Lele yang kondisinya lemah akan mudah terserang penyakit. Faktor eksternal penyebab kematian lele di antaranya kondisi lingkungan media budidaya, perlakuan yang tidak sesuai dengan anjuran teknis atau faktor lainnya yang merupakan kelalaian pembudidaya. Upaya yang paling baik dilakukan adalah dengan melakukan manajemen media dan lingkungan secara baik, sesuai dengan standar yang dianjurkan. Berikut faktor-faktor penyebab kematian lele dan cara pencegahannya yang dapat dilakukan oleh pembudidaya.

A. Penanganan yang kurang tepat
Penanganan yang salah / kurang tepat, seperti penerapan kaidah budidaya yang tidak sesuai (padat tebar terlalu tinggi, konstruksi kolam yang kurang baik/buruk atau penggunaan benih yang kualitasnya kurang baik) dapat mengakibatkan kondisi benih lemah, pertumbuhan lambat, bahkan tingkat kelangsungan hidup rendah yang menyebabkan banyak lele mati (mortalitas tinggi). Penanggulangannya, lakukan penanganan lele secara baik sesuai kaidah budidaya.

B. Terlambat Sortasi
Pertumbuhan benih lele pada setiap tahapan kegiatan dari kegiatan pembenihan, pendederan hingga pembesaran ternyata tidaklah sama. Kecepatan pertumbuhan masing-masing lele juga berbeda, pertumbuhan juga meliputi pertambahan bobot atau panjang lele. Pada umunya ada 3 kategori ukuran, yaitu besar, sedang dan kecil.
Keseragaman ukuran lele perlu diperhatikan berkaitan dengan sifat kanibalismenya yang cukup tinggi. Kanibalisme bisa terjadi jika ikan lele kurang pakan. Untuk menghindari hal tersebut, setiap 2 minggu sekali harus dilakukan sortasi atau pemisahan lele berdasarkan ukurannya. Sortasi dapat dilakukan menggunakan alat sortasi khusus berupa baskom sortasi. Baskom sortasi dipasaran tersedia dalam beberapa ukuran. Lele yang sudah disortasi sesuai ukuran dipelihara di sau wadah atau bak pemeliharaan.

C. Tidak menggunakan probiotik
Kegiatanpembenihan lele di bak tembok atau terpal dilakukan dengan intensif dengan kepadatan tinggi. Efek yang ditimbulkan berupa penumpukan bahan-bahan organik didasar bak atau kolam, baik berupa sisa pakan ataupun kotoran ikan itu sendiri. Jika dibiarkan menumpuk , akan menjadi racun bagi ikan lele dan dapat menimbulkan kematian. Bahan organik tersebut sifatnnya sulit terurai. Upaya yang dapa dilakukan adalah pemberian probiotik pada masa pemeliharaan. Probiotk berfungsi sebagai pengurai atau mengikat bahan-bahan yang tidak berguna atau yang dapat menimbulkan racun bagi ikan yang dipelihara. Bahan ini sudah banyak tersedia dipasaran.

D. Belum melakukan Vaksinasi
Selain probiotik ada juga vaksin yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh lele sehingga tidak mudah diserang penyakit. Contoh vaksin yang tersedia dipasaran adalah aeromonas. Masih banyak petani lele yang belum menggunakan probiotik dan vaksin bagi ternak lelenya disebabkab belum banyak yang mengenal manfaat dan cara penggunaanya.

E. Alat tangkap yang tidak sesuai
Kualitas lele slah satunya ditentukan oleh alat tangkap yang digunakan. Benih lele yang berukuran kecil tentunya memerlukan perlakuan khusus pada saat penagkapan dengan menggunakan alat khusus pula. Masih banyak pembudidaya menggunakan alat tangkap seadanya yang kasar sehingga benih mengalami gesekan dan menyebabkan luka pada saat pemanenan. Jika mengalami luka, benih ikan mudah terserang penyakit dan mengalami kematian. Solusinya gunakan alat tangkap yang sesuai dan halus sehingga tidak menggores tubuh benih lele.

F. Tidak diberok
Supaya benih lele yang dikirim selamat sampai di tempat tujuan, benih harus diberok atau dipuasakan terlebih dahulu satu hari sebelum pengiriman. Pemberokan dilakukan untuk mengeluarkan kotoran atau sisa-sisa pakan yang ada dalam tubuh lele. Hal tersebut bertujuan mengurangi terjadinya pengeluaran kotoran (feses) selama pengangkutan. Kotoran yang dikeluarkan selama pengangkutan akan menjadi ancaman bagi lele karena mengandung senyawa beracun. Hal ini masih bannyak terjadi sehingga pada saat pengangkutan benih banyak terjadi kematian.

G. Ketidaksesuaian Waktu distribusi
Waktu pengiriman benih atau pendistribusian benih meupakan faktor penentu bagi kondisi kebugaran benih sampai dilokasi tujuan. Selain itu kete patan waktu pengiriman dan waktu penerimaan benih juga berpengaruh besar terhadap kualitas benih. Waktu yang tepat untuk mengirim benih lele adalah pada saat suhu udara masih sejuk, yaitu pada pagi atau sore hari. Sementara itu, waktu yang tepat untuk menerima benih dan menebarnya di kolam budidaya juga pada saat suhu udara masih relatif rendah, yaitu pagi atau sore hari.
Pada kenyataannya yang terjadi masih banyak pembudidaya ikan melakukan pengangkutan benih ataupun ikan lele pada siang hari. Saat siang hari udara panas sehingga oksigen yang ada di dalam air mudah dilepaskan ke udara bebas, akibatnya ikan lele kekurangan oksigen dan dapat mengakinbtkan kematian. Demikian juga apabila pendistribusian memerlukan waktu yang lama. Oksigen yang tersedia dalam air media pengiriman selama pengangkutan jumlahnnya tentu saja terbatas. Apabila pengiriman lele memerlukan waktu lebih dari 18 jam, air media perlu diganti dan oksigen baru harus ditambahkan ke dalam wadah kemasan lele.
Demikian hal-hal yang pada umumnya mengakibatkan kematian pada budidaya ikan lele ataupun pada saat pendistribusian ikan ataupun benih lele. Dengan memahami hal-hal tersebut, terjadinya kematian pada budidaya lele dapat di minimalisir.

Demikian pemirsa semoga bermanfaat ya blog lele ini.ok deh aku sambung lagi kapan kapan.